5 Pembelian Pemain Sepak Bola Yang Tidak Sesuai Ekspektasi

redstarbelgrade.info – Dalam dunia sepak bola transfer pemain atau bisa juga disebut pembelian oleh suatu klub dari klub yang lain sangat sering terjadi, mulai dari pembelian pemain sepak bola yang biasa saja atau pemain berkelas bintang bisa saja dilakukan oleh setiap klub demi memperbaiki performa klub sehingga mampu berkontribusi untuk klub dan meraih gelar bergengsi. Terkadang suatu klub tidak tanggung mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membeli seorang pemain dengan didasari ekspektasi yang tinggi. 

Akan tetapi ekspektasi hanyalah ekspektasi, terkadang pemain yang diyakini akan menjadi sumber keberhasilan pun karena kemampuan yang dimiliki tetapi menjadi sumber kerugian karena dibeli dengan biaya yang mahal tapi performa sang pemain menurun drastis dan mengecewakan pihak klub ataupun penggemar klub itu sendiri. Berikut adalah 5 pembelian para pemain Yang Tidak Sesuai Ekspektasi Klub.

Daftar Pemain Yang Mengalami Pembelian Pemain Sepak Bola Tidak Sesuai Ekspektasi

  • Fernando Torres

Pembelian pemain sepak bola yang pertama datang dari pemain tim nasional Spanyol yaitu Fernando Torres. Pemain yang dijuluki el nino ini adalah pemain penyerang yang sangat berbahaya. Pemain yang sebelumnya bermain untuk klub Inggris yaitu Liverpool dibeli oleh klub Inggris lainnya yaitu Chelsea dengan harga 50 juta poundsterling. Fernando Torres dinilai gagal di klub barunya Chelsea, karena sebelumnya bermain di Liverpool Torres mampu menjadi pencetak gol terbanyak di musim tahun 2009/2010 dan selalu dianggap berbahaya oleh tim lawan ketika bertanding. Akan tetapi saat bermain di klub baru nya Chelsea Torres hanya mampu mencetak 1 gol dari 14 pertandingan dan sering membuang peluang mencetak gol.

  • Radamel Falcao

Pembelian Pemain Yang Tidak Sesuai Ekspektasi Tim selanjutnya adalah Radamel Falcao. Pemain yang tampil ganas dan sering mencetak gol ketika bermain bersama tim Prancis yaitu AS Monaco memutuskan pindah atau dibeli oleh tim raksasa Inggris yaitu Manchester United dengan harga 55 juta euro atau setara dengan 385 miliar. Kedatangan Falcao ke Manchester United digadang-gadang akan menjadi suksesor Cristiano Ronaldo yang hengkang dari Manchester United ke klub raksasa Spanyol yaitu Real Madrid. Tapi lagi lagi, ekspektasi hanyalah ekspektasi Falcao tampil buruk dan mengecewakan di Manchester United yang hanya mampu mencetak 4 gol sepanjang musim 2014/2015 raihan yang tidak sesuai sebagian pemain penyerang. Falcao dinilai merugikan tim karena harga pembelian yang tidak sesuai kinerja.

  • Alexis Sanchez

Pembelian Pemain Yang Tidak Sesuai Ekspektasi selanjutnya adalah Alexis Sanchez. Pemain berdarah Colombia ini sukses bersama klub Inggris Arsenal karena berhasil memenangkan 2 piala bergengsi di Inggris yakni piala FA. Sanchez memutus hengkang ke rival bebuyutan Arsenal yaitu Manchester United sehingga Sanchez juga dicap pengkhianat oleh penggemar Arsenal. Pengecap itu pun menjadi buah kegagalan Sanchez di Manchester United dia hanya mencetak 5 gol dan 9 assists dalam 45 pertandingan sebuah hasil yang buruk bagi seorang penyerang dengan harga ratusan miliar.

  • Luca Jovic

Luca Jovic adalah pemain yang cukup subur dengan gol yang ia cetak kala masih berseragam Eintracht Frankfurt klub asal Jerman, dengan raihan 27 gol dari 48 pertandingan. Luca Jovic berhasil pindah atau dibeli oleh klub raksasa Spanyol yaitu Real Madrid dengan harga yang cukup fantastis yaitu 60 juta euro atau setara dengan 932 miliar dan menjadi penjualan Eintracht Frankfurt termahal sepanjang sejarah klub. Selain masih dibilang muda yakni baru berusia 22 tahun Luca Jovic ditargetkan menjadi mesin gol bagi Real Madrid di waktu jangka panjang. Akan tetapi pemain yang berasal dari negara Serbia itu tampil sangat mengecewakan. Jovic hanya menyumbangkan 2 gol saja untuk Real Madrid dari 25 pertandingan yang ia mainkan. Tentu pembelian ini sangat merugikan klub yang hanya dibayar 2 gol saja dari 932 miliar dana yang dikeluarkan.

  • Alvaro Morata

Dari 5 Pembelian Pemain Sepak Bola Yang Tidak Sesuai Ekspektasi Klub adalah datang dari pemain bernama Alvaro Morata. Pemain berdarah Spanyol sebelumnya sukses bersama Real Madrid dan Juventus, klub asal Italia. Keberhasilan itu lah yang membuat Chelsea bersikukuh mendatangkan atau membeli Morata dari Real Madrid. Pemain muda yang sudah rajin mencetak gol kala bermain di Real Madrid ini berhasil didatangkan Chelsea pada musim tahun 2017 dengan mahar 60 juta poundsterling atau setara dengan 1,1 triliun. Awalnya Morata sempat dinilai akan menjadi mesin gol utama Chelsea menggantikan posisi yang ditinggalkan Didier Drogba yang hengkang ke klub Turki yaitu Galatasaray. Namun performa pria seharga 1,1 triliun itu justru menuai kritikan dari para penggemar Chelsea. Performa Morata tidak seperti mestinya, ia sering gagal mencetak gol walaupun kesempatan yang dimiliki sangat bagus untuk mencetak gol. Morata dinilai buruk karena hanya mencetak 5 gol dalam 16 pertandingan dan mulai menjadi pemain cadangan karena raihan gol yang hanya sedikit tersebut.